Cara Approval Budget Merchandise HRD ke Finance: Template dan Argumen yang Berhasil


Proses pengajuan atau approval budget merchandise HRD ke Finance pada dasarnya bukan hanya soal apakah merchandise tersebut bagus atau menarik. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana HRD membuktikan bahwa pengeluaran tersebut memang diperlukan, terukur, dan sesuai dengan anggaran perusahaan.
Finance perlu melihat angka yang jelas, termasuk berapa jumlah penerima, berapa biaya per orang, apa kebutuhannya, dan bagaimana perusahaan memastikan dana tersebut digunakan secara efisien.
Karena itu, jangan hanya mengajukan dengan kalimat seperti “HR membutuhkan merchandise untuk meningkatkan employee engagement.” Argumen tersebut terlalu umum dan sulit menjadi dasar persetujuan anggaran.
Artikel ini akan membahas strategi budgeting merchandise oleh HRD, bagaimana merencanakan dan mempersiapkannya, dan contoh template yang dapat kamu jadikan acuan menyusun anggaran merchandise perusahaan ke depannya.
Apa Itu HR Budgeting?
HR budgeting adalah proses menyusun rencana keuangan untuk berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia dalam periode tertentu, umumnya satu tahun fiskal.
Dalam praktiknya, penyusunan anggaran HR dapat mempertimbangkan:
- Pengeluaran HR pada periode sebelumnya
- Kebutuhan perusahaan pada tahun berjalan
- Perubahan jumlah karyawan
- Program pengembangan dan engagement karyawan
- Rencana ekspansi atau perubahan organisasi
Pendekatan yang Bisa Digunakan dalam HR Budgeting
| Pendekatan | Cara Kerja | Kapan Cocok Digunakan? |
| Incremental Budgeting | Menggunakan anggaran sebelumnya sebagai dasar, kemudian disesuaikan | Ketika kebutuhan relatif stabil |
| Zero-Based Budgeting | Setiap kebutuhan dihitung kembali dari awal berdasarkan kebutuhan aktual | Ketika perusahaan ingin mengevaluasi setiap pengeluaran secara ketat |
| Flexible Budgeting | Anggaran disesuaikan dengan perubahan kondisi selama periode berjalan | Ketika jumlah kebutuhan dapat berubah, misalnya mengikuti jumlah karyawan |
Untuk pengadaan merchandise, memilih satu dari beberapa pendekatan tersebut dapat membantu HR menentukan apakah budget tahun sebelumnya masih relevan atau perlu dihitung ulang berdasarkan jumlah penerima dan program yang akan dijalankan.
Template Pengajuan Budget Merchandise HRD ke Finance
Daripada mengirim permintaan budget hanya berupa daftar produk dan harga, buat pengajuan dalam format yang memungkinkan Finance memahami kebutuhan dan dasar perhitungannya dengan cepat.
1. Tujuan Program
Jelaskan terlebih dahulu merchandise tersebut akan digunakan untuk apa.
Contoh:
Program: Employee Welcome Kit 2026
Tujuan: Memberikan perlengkapan dasar kepada karyawan baru sebagai bagian dari proses onboarding dan pengenalan identitas perusahaan.
Tujuan yang spesifik akan lebih mudah dievaluasi dibanding sekadar menuliskan “pengadaan merchandise karyawan”.
2. Rincian Kebutuhan
Tampilkan produk, jumlah, estimasi harga, dan total biaya. Contohnya:
| Item | Quantity | Estimasi/Unit | Total |
| Tumbler custom | 100 pcs | Rp75.000 | Rp7.500.000 |
| Notebook hardcover | 100 pcs | Rp50.000 | Rp5.000.000 |
| Lanyard custom | 100 pcs | Rp15.000 | Rp1.500.000 |
| Total | 300 pcs | Rp14.000.000 |
Dengan format ini, Finance dapat langsung melihat total kebutuhan dan cost per recipient.
3. Tampilkan Perbandingan Vendor
Jika memungkinkan, jangan hanya membawa satu penawaran anggaran merchandise perusahaan. Berikan pembanding agar Finance dapat melihat bahwa HR sudah melakukan proses seleksi.
Dalam membandingkannya, harga bukan satu-satunya parameter. Kualitas, waktu produksi, garansi, dan kemampuan memenuhi spesifikasi juga perlu dipertimbangkan. Contohnya:
| Vendor | Estimasi Total | Lead Time | Keterangan |
| Vendor A | Rp14.000.000 | 10 hari | Harga paling kompetitif |
| Vendor B | Rp15.500.000 | 8 hari | Lead time lebih cepat |
| Vendor C | Rp16.000.000 | 14 hari | Pilihan material premium |
4. Jelaskan Dampak dan Manfaat
Bagian ini menjawab pertanyaan Finance: “Perusahaan mendapatkan apa dari pengeluaran ini?”
Sesuaikan manfaat dengan tujuan program. Misalnya:
- Mendukung pengalaman onboarding karyawan baru
- Memperkenalkan identitas dan budaya perusahaan sejak hari pertama
- Memberikan perlengkapan yang memang digunakan dalam aktivitas kerja
- Meningkatkan loyalitas dan produktivitas karyawan dalam jangka panjang

Argumen Apa yang Lebih Mudah Diterima Finance?
Finance notabene memang tidak selalu menolak merchandise. Pada dasarnya, mereka hanya membutuhkan argumen yang cukup untuk memastikan budget merchandise HRD tersebut reasonable, terkontrol, dan sesuai kebutuhan.
Karena itu, gunakan argumen yang berbasis angka dan kebutuhan.
1. Jangan Jual “Merchandise”, Jual Kebutuhannya
Daripada mengatakan “Kami ingin membuat welcome kit agar karyawan merasa lebih dihargai.”
Coba jelaskan secara lebih rinci, “Program ini membutuhkan 100 paket merchandise onboarding karyawan baru yang akan bergabung sepanjang periode onboarding. Budget yang diajukan sebesar Rp140.000 per karyawan.”
Merchandise menjadi bagian dari kebutuhan program, bukan sekadar barang promosi.
2. Tunjukkan Cost per Head
Finance akan lebih mudah mengevaluasi budget merchandise HRD jika angka total dipecah berdasarkan jumlah penerima.
Misalnya:
Total budget: Rp20.000.000
Jumlah penerima: 200 karyawan
Cost per head: Rp100.000
Angka tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan budget program HR lainnya untuk melihat kewajarannya.
3. Manfaatkan Volume untuk Menekan Harga
Jika kebutuhan merchandise memang cukup besar, jelaskan dampak pembelian dalam jumlah banyak terhadap penghematan anggaran.
Contohnya, pemesanan 500 unit menghasilkan harga Rp45.000/unit, sedangkan pemesanan 200 unit mencapai Rp55.000/unit. Dengan kebutuhan tahunan yang sudah dapat diproyeksikan, pembelian dalam volume lebih besar dapat menekan biaya satuan.
Dengan begitu, bulk order bukan sekadar membeli lebih banyak, tetapi menjadi strategi efisiensi procurement.
4. Siapkan Beberapa Opsi Budgeting
Jangan memberikan satu pilihan kepada Finance. HR bisa menyiapkan beberapa alternatif budget, misalnya:
| Opsi | Budget/Head | Isi | Cocok untuk |
| Basic | Rp100.000 | Notebook + pen + lanyard | Distribusi massal |
| Standard | Rp175.000 | Tumbler + notebook + pen | Welcome kit reguler |
| Premium | Rp300.000 | Tumbler premium + notebook + pouch | Level tertentu/VIP |
Model seperti ini membuat diskusi lebih objektif. Jika anggaran merchandise perusahaan di awal terlalu tinggi, HR masih dapat berdiskusi mengenai opsi yang paling sesuai, bukan memulai pengajuan dari nol lagi.
Siap Ajukan Approval Budget Merchandise HRD Perusahaan yang Lebih Terukur!

Pengajuan budget merchandise akan lebih mudah dibahas ketika HRD sudah memiliki spesifikasi yang jelas, estimasi biaya yang transparan, dan pilihan produk yang sesuai kebutuhan.
SUP Creative menyediakan jasa pembuatan merchandise kantor yang dapat membantu HR maupun tim purchasing mulai dari konsultasi produk, penyesuaian spesifikasi dan budget, pembuatan mockup, hingga produksi merchandise custom.
Yuk, konsultasikan kebutuhan merchandise perusahaan kamu bersama SUP Creative dan siapkan pilihan produk yang lebih mudah dipresentasikan ke Finance!