8 Tanda Merchandise Tidak Efektif dan Cara Memperbaikinya

14 Agustus 2026 Oleh Hana Palestri ± 4 Menit Baca
8 Tanda Merchandise Tidak Efektif dan Cara Memperbaikinya
image 9

Ketika merchandise perusahaan sudah dibagikan, beberapa minggu setelahnya mungkin tidak ada lagi yang membicarakannya. Sebagian barang mungkin hanya tersimpan di laci, sementara sebagian lainnya bahkan tidak pernah digunakan. Apakah berarti merchandise tersebut dianggap sebagai merchandise tidak efektif?

Belum tentu. Masalahnya bisa terletak pada produk, desain, kualitas, hingga cara merchandise tersebut diberikan kepada penerima.

Lalu, apa saja tanda merchandise perusahaan yang kurang efektif dan bagaimana cara memperbaikinya?

1. Merchandise Jarang atau Tidak Pernah Digunakan

Tanda merchandise tidak efektif yang pertama adalah produk hanya digunakan sesekali atau langsung disimpan setelah diterima. Jika penerima tidak memiliki alasan untuk menggunakan merchandise tersebut, peluang terjadinya brand exposure berulang juga menjadi kecil.

Cara memperbaikinya:

  • Pilih produk yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari penerima
  • Sesuaikan merchandise dengan profil audiens
  • Prioritaskan fungsi dibanding sekadar bentuk yang unik

2. Desain Terlalu Fokus pada Logo

Logo pada merchandise perusahaan custom memang penting untuk mendukung strategi branding, tetapi bukan berarti harus menjadi elemen terbesar pada produk merchandise.

Biasanya, logo pada produk merchandise terlalu dominan, desain terlihat seperti iklan, atau produk terasa kurang nyaman digunakan di ruang publik.

Cara memperbaikinya:

  • Gunakan logo secara proporsional
  • Manfaatkan warna brand sebagai elemen visual
  • Pertimbangkan pattern, tagline, atau ilustrasi yang lebih subtle
  • Sesuaikan ukuran branding dengan karakter produk
image 31

3. Kualitas Produk Tidak Sejalan dengan Citra Brand

Merchandise murah bukan berarti buruk. Pada dasarnya, hal ini dapat menjadi masalah ketika kualitas produk tidak sesuai dengan ekspektasi penerima atau positioning perusahaan.

Beberapa produk misalnya menggunakan bahan mudah rusak, cetakan cepat pudar atau terkelupas, jahitan tidak rapi, atau packaging terlihat asal-asalan.

Cara memperbaikinya:

  • Tentukan standar kualitas sejak awal, mulai dari material, ukuran, teknik cetak, hingga finishing
  • Untuk pesanan dalam jumlah besar, lakukan pengecekan sampel sebelum menyetujui produksi massal

4. Produk Tidak Sesuai dengan Target Penerima

Setiap koleksi merchandise untuk event & kantor belum tentu cocok untuk semua orang. Karena itu, efektivitas merchandise selanjutnya dapat dilihat dari kesesuaiannya dengan target penerimanya.

Misalnya, merchandise untuk peserta konferensi profesional tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan merchandise untuk komunitas olahraga atau karyawan internal.

Cara memperbaikinya:

Sebelum memilih produk, coba jawab beberapa pertanyaan penting berikut ini:

  • Siapa yang akan menerima merchandise?
  • Bagaimana aktivitas sehari-hari mereka?
  • Apakah produk tersebut relevan dengan pekerjaan atau lifestyle mereka?
  • Apakah mereka benar-benar membutuhkan produk tersebut?

5. Merchandise Terlalu Generik

Jika produk merchandise branding yang diberikan terlihat sama seperti merchandise perusahaan lainnya, penerima mungkin tidak memiliki alasan kuat untuk mengingatnya.

Tidak harus selalu menggunakan produk mahal. Keunikan konsep dan relevansi dengan penerima cenderung lebih menjadi elemen yang lebih penting daripada harga produk.

Cara memperbaikinya:

  • Tambahkan elemen desain khusus yang merepresentasikan brand
  • Gunakan packaging yang lebih profesional
  • Buat edisi khusus untuk event atau anniversary
  • Kombinasikan beberapa produk menjadi satu gift set
image 33

6. Merchandise Dibagikan Tanpa Memikirkan Momen

Produk merchandise branding yang sebenarnya bagus bisa kehilangan makna dan dampaknya jika diberikan pada waktu atau konteks yang kurang tepat.

Contohnya, merchandise onboarding diberikan beberapa minggu setelah karyawan mulai bekerja. Nilai simbolis sebagai “welcome gift” tentu sudah berkurang.

Cara memperbaikinya:

Hubungkan merchandise dengan momen tertentu, seperti:

  • Onboarding karyawan
  • Work anniversary
  • Company anniversary
  • Seminar atau konferensi
  • Peluncuran produk
  • Customer appreciation
  • Program loyalitas karyawan/klien

7. Tidak Ada Objektif yang Bisa Diukur

Setiap strategi merchandise tentu memiliki objektif atau tujuan jelas yang ingin dicapai. Apakah merchandise tersebut dibuat untuk meningkatkan brand awareness? Mengapresiasi karyawan? Memperkuat hubungan dengan klien? Atau menarik pengunjung ke booth?

Jika tujuannya tidak jelas, perusahaan akan kesulitan menentukan apakah merchandise tersebut berhasil.

Cara memperbaikinya:

Tentukan objective sebelum memilih produk. Tabel berikut merupakan gambaran yang bisa menjadi acuan atau inspirasi:

TujuanContoh MerchandiseIndikator yang Bisa Dipantau
Brand awarenessTote bag, tumbler, kaosPenggunaan dan exposure
Lead generationGoodie bag, notebook, pulpenJumlah leads
Employee engagementWelcome kit, gift setFeedback karyawan
Customer retentionPremium giftRepeat order / engagement
Event engagementMerchandise eksklusifJumlah pengunjung/interaksi

8. Tidak Mengevaluasi Hasil Setelah Merchandise Dibagikan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam proses pengadaan merchandise perusahaan custom adalah menganggap pekerjaan selesai setelah seluruh merchandise diterima oleh penerima.

Padahal, justru setelah distribusi perusahaan bisa melihat apakah produk tersebut benar-benar memberikan dampak.

Cara memperbaikinya:

Lakukan evaluasi sederhana melalui beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah produk digunakan oleh penerima?
  • Apakah ada feedback terkait kualitas?
  • Apakah jumlah produk sudah sesuai?
  • Apakah merchandise membantu mencapai tujuan campaign?
  • Produk mana yang paling disukai?
  • Apa yang perlu diperbaiki pada pengadaan berikutnya?

Data tersebut dapat menjadi acuan agar pengadaan merchandise berikutnya semakin tepat sasaran.

Yuk, Buat Merchandise yang Lebih Tepat Sasaran dan Efektif!

image 32

Merchandise yang efektif membutuhkan strategi terencana yang lebih dari sekadar memilih produk dan mencetak logo. Seluruh proses produksinya perlu disesuaikan dengan tujuan dan karakter penerima.

Sebagai vendor merchandise perusahaan terpercaya, SUP Creative siap membantu perusahaan kamu menciptakan merchandise perusahaan custom dengan layanan terbaik, mencakup:

  • Konsultasi pemilihan produk sesuai kebutuhan dan budget
  • Mockup dan sampel sebelum produksi massal
  • Pilihan custom merchandise untuk berbagai kebutuhan perusahaan
  • Quality control sebelum pengiriman
  • Jaminan penggantian untuk produk yang rusak sesuai ketentuan garansi

Yuk, konsultasikan kebutuhan merchandise perusahaan kamu bersama SUP Creative dan hadirkan hadiah yang benar-benar digunakan dan diingat!

Tentang Penulis

Hana Palestri

Hana Palestri

Digital Marketer

Halo, SUP Creative di sini! 👋

Silakan isi form di bawah untuk terhubung ke WhatsApp kami.

Form Whatsapp
Minta Penawaran
Scroll to Top