ROI Merchandise Perusahaan: 6 Cara Mengukur Efektivitas Produk Custom Secara Kuantitatif


Tidak jarang, perusahaan memandang merchandise sebagai beban biaya promosi yang sulit diukur hasilnya. Padahal, setiap koleksi merchandise untuk event & kantor yang dipesan dapat memberikan data yang cukup konkret jika sejak awal memiliki tujuan dan indikator yang jelas.
Inilah yang dikenal sebagai ROI merchandise perusahaan. Dari tujuan yang ditetapkan di awal, perusahaan bisa menentukan metrik yang digunakan untuk mengetahui apakah biaya merchandise benar-benar memberikan hasil.
Lalu, apa itu ROI merchandise perusahaan dan bagaimana cara menghitungnya secara kuantitatif?
Apa Itu ROI Merchandise Perusahaan?
ROI (Return on Investment) merchandise perusahaan adalah metode untuk mengukur apakah investasi yang dikeluarkan untuk pengadaan merchandise menghasilkan nilai atau keuntungan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Secara sederhana, rumus ROI adalah:
ROI = ((Nilai yang Dihasilkan − Total Investasi) ÷ Total Investasi) × 100%
Dalam konteks merchandise, total investasi sebaiknya tidak hanya menghitung harga produk. Masukkan seluruh biaya yang berkaitan dengan program, seperti:
- Biaya produksi merchandise
- Biaya desain dan kustomisasi
- Biaya packaging
- Biaya pengiriman dan distribusi
- Biaya penyimpanan jika ada
- Biaya operasional program
Nantinya, nilai yang dihasilkan dapat berbeda tergantung tujuan program. Nilainya bisa berasal dari penjualan, leads, penghematan biaya, peningkatan pembelian ulang, atau indikator kuantitatif lain yang sudah ditetapkan sejak awal.
Cara Mengukur Efektivitas Produk Custom Secara Kuantitatif Menggunakan ROI
Berikut 7 cara yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas merchandise secara kuantitatif dan lebih terukur.
1. Hitung Total Investasi Merchandise
Langkah pertama dalam menganalisis efektivitas merchandise adalah dengan mengetahui total biaya yang benar-benar dikeluarkan. Jangan hanya menghitung harga produk per unit.
Pastikan kamu memasukkan seluruh biaya yang berkaitan dengan program merchandise, seperti:
- Biaya produksi
- Biaya desain dan revisi
- Biaya kustomisasi atau cetak
- Packaging
- Pengiriman dan distribusi
- Biaya penyimpanan jika ada
- Biaya operasional kampanye atau event terkait
Rumus sederhananya:
Total Investasi = Biaya Produk + Produksi + Desain + Packaging + Distribusi + Biaya Pendukung
2. Tentukan KPI Sesuai Tujuan Merchandise
Tidak semua merchandise harus diukur menggunakan angka penjualan saja. Jika merchandise digunakan untuk trade show, KPI-nya bisa berupa jumlah leads. Sementara itu, untuk welcome kit karyawan, perusahaan dapat mengukur tingkat kepuasan atau employee engagement.
Beberapa KPI yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mengukur ROI merchandise, di antaranya:
| Tujuan | KPI yang Dapat Diukur |
| Brand awareness | Reach, mention, penggunaan hashtag |
| Lead generation | Jumlah leads yang terkumpul |
| Penjualan | Revenue dari kode promo |
| Event activation | Jumlah pengunjung booth |
| Customer retention | Repeat purchase |
| Employee engagement | Participation rate atau survey score |

3. Gunakan QR Code atau Kode Promo yang Dapat Dilacak
Selanjutnya, salah satu cara paling mudah untuk menghubungkan merchandise dengan hasil bisnis adalah menggunakan kode unik yang dapat ditelusuri.
Misalnya melalui QR code, URL khusus, atau form registrasi spesifik. Dari sana, perusahaan dapat mengukur:
- Berapa orang yang melakukan scan
- Berapa yang mengisi formulir
- Berapa yang menjadi leads
- Berapa yang akhirnya melakukan pembelian
3. Ukur Cost per Outcome
Setelah mengetahui total biaya dan hasil yang diperoleh, hitung biaya yang diperlukan untuk menghasilkan satu outcome.
Rumusnya:
Cost per Outcome = Total Biaya Program ÷ Jumlah Hasil
Misalnya:
- Total biaya merchandise: Rp10.000.000
- Leads yang dihasilkan: 500
Maka:
Rp10.000.000 ÷ 500 = Rp20.000 per lead
Angka ini dapat digunakan untuk membandingkan efektivitas merchandise dengan aktivitas marketing lain. Beberapa metrik yang bisa digunakan, antara lain:
- Cost per Lead
- Cost per Acquisition
- Cost per Engagement
- Cost per Redemption
- Cost per Participant
5. Ukur Conversion Rate dari Penerima Merchandise
Tidak semua penerima merchandise akan melakukan tindakan yang diharapkan. Karena itu, perusahaan perlu melihat persentase penerima yang akhirnya melakukan konversi.
Rumusnya:
Conversion Rate = (Jumlah Penerima yang Melakukan Konversi ÷ Total Penerima Merchandise) × 100%
Konversi dapat berupa:
- Melakukan pembelian
- Mengisi formulir
- Mendaftar layanan
- Mengikuti program
- Menggunakan kode promo
- Mengunjungi booth atau landing page
Contohnya, dari 500 penerima merchandise, terdapat 75 orang yang menggunakan kode promo.
Conversion Rate = (75 ÷ 500) × 100% = 15%

6. Bandingkan Hasil dengan Campaign atau Periode Sebelumnya
Satu angka ROI merchandise saja belum tentu memberikan gambaran lengkap. Merchandise baru dapat dinilai lebih efektif jika hasilnya dibandingkan dengan benchmark.
Bandingkan, misalnya:
- Campaign dengan merchandise vs tanpa merchandise
- Merchandise A vs merchandise B
- Event tahun ini vs tahun sebelumnya
- Biaya per lead antar campaign
- Conversion rate antarproduk
- Tingkat penggunaan merchandise berdasarkan survei
Dari sini, perusahaan dapat menentukan produk dan strategi mana yang layak digunakan kembali.
Yuk, Rancang Merchandise Perusahaan yang Lebih Terukur!

Sebagai vendor merchandise perusahaan terpercaya, SUP Creative dapat membantu perusahaan menyiapkan kebutuhan merchandise custom melalui:
- Konsultasi pemilihan produk sesuai tujuan campaign
- Kustomisasi desain sesuai identitas brand
- Mockup sebelum produksi massal
- Pilihan merchandise untuk berbagai kebutuhan dan budget
- Quality control sebelum pengiriman
- Garansi penggantian untuk produk yang rusak
Yuk, segera konsultasikan kebutuhan merchandise perusahaan kamu bersama SUP Creative dan pilih produk custom yang sesuai dengan tujuan campaign yang ingin dicapai.