Berapa Persentase Budget Merchandise Marketing yang Seharusnya Dialokasikan?


Pada umumnya, perusahaan sudah memiliki anggaran untuk digital marketing, iklan, atau penyelenggaraan event. Namun, ketika membahas tentang budget merchandise marketing, sebenarnya berapa budget yang ideal?
Tidak sedikit tim marketing yang akhirnya menentukan anggaran secara asal, sekadar mengikuti kebiasaan tahun sebelumnya atau menyesuaikan sisa budget yang tersedia. Akibatnya, merchandise yang dipilih sering kali tidak sesuai dengan tujuan kampanye, bahkan justru menghabiskan biaya tanpa memberikan dampak yang jelas.
Faktanya,besarnya anggaran sangat dipengaruhi oleh tujuan kampanye, skala perusahaan, target audiens, serta nilai yang ingin dibangun melalui merchandise tersebut. Agar lebih terarah, perusahaan dapat menggunakan beberapa pendekatan berikut sebagai acuan.
Cara Mengukur Persentase Budget Merchandise Marketing
1. Menggunakan Persentase Omzet
Pendekatan yang paling umum adalah mengalokasikan sebagian anggaran pemasaran untuk aktivitas promosi, termasuk merchandise promosi.
Sebagai gambaran, banyak perusahaan mengalokasikan sekitar 5% hingga 10% dari total omzet untuk kegiatan pemasaran. Dari total marketing budget tersebut, sebagian dapat dialokasikan untuk merchandise sesuai kebutuhan kampanye.
Kapan metode ini tepat digunakan?
- Perusahaan memiliki omzet yang relatif stabil
- Budget marketing disusun setiap bulan atau setiap tahun
- Merchandise menjadi bagian dari strategi pemasaran secara berkelanjutan
2. Menggunakan Pendekatan ROI (Return on Investment)
Pendekatan berikutnya adalah menghitung efektivitas merchandise berdasarkan hasil yang diperoleh, bukan sekadar besarnya biaya.
Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:
- jumlah pelanggan baru yang diperoleh
- peningkatan transaksi setelah campaign
- jumlah peserta yang hadir pada event
- peningkatan engagement
- kenaikan repeat order dari pelanggan lama
Jika merchandise perusahaan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap tujuan pemasaran, maka peningkatan anggaran pada periode berikutnya biasanya lebih mudah dipertanggungjawabkan kepada manajemen.
Dengan kata lain, fokusnya bukan mencari merchandise yang paling murah, tetapi merchandise yang memberikan nilai paling besar terhadap investasi yang dikeluarkan.

Strategi Menghemat Budget Merchandise Marketing
Menghemat anggaran merchandise marketing bukan berarti harus menurunkan kualitasnya. Justru dengan perencanaan yang tepat, perusahaan dapat memperoleh produk yang lebih efektif tanpa mengeluarkan biaya berlebihan.
1. Pesan dalam Jumlah Lebih Besar (Bulk Order)
Semakin besar jumlah pemesanan, umumnya harga per unit akan semakin rendah. Hal ini karena biaya tetap seperti pembuatan desain, setting mesin, cetak, hingga persiapan produksi dapat dibagi ke lebih banyak produk.
Strategi ini cocok jika merchandise akan digunakan untuk beberapa event sekaligus atau kebutuhan perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Dibanding memesan 100 pcs sebanyak lima kali, sering kali lebih hemat melakukan satu kali pemesanan sebanyak 500 pcs.
2. Gunakan Desain yang Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan
Setiap perubahan desain biasanya membutuhkan proses proofing, penyesuaian file produksi, bahkan setting ulang mesin cetak. Semakin banyak variasi desain, semakin besar pula biaya produksi.
Apabila memungkinkan, gunakan desain utama yang tetap konsisten sehingga merchandise dapat dipakai untuk berbagai event atau campaign. Misalnya hanya mengganti tanggal acara atau menambahkan stiker khusus tanpa mengubah keseluruhan desain.
4. Rencanakan Pengadaan Lebih Awal
Pemesanan yang dilakukan terlalu dekat dengan hari pelaksanaan event cenderung memerlukan produksi ekspres atau pengiriman kilat, yang tentunya menambah biaya.
Idealnya, pengadaan merchandise dimulai sekitar 3–4 minggu sebelum acara. Dengan waktu yang cukup, perusahaan memiliki kesempatan untuk melakukan revisi, quality control, serta memilih metode pengiriman yang lebih ekonomis.
Keuntungan lainnya, vendor juga memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menjadwalkan produksi sehingga biaya tambahan akibat pekerjaan mendesak dapat dihindari.
Inspirasi Merchandise Marketing Berdasarkan Budget
| Kategori Budget | Kisaran Budget | Cocok Untuk | Rekomendasi Merchandise |
| Budget Minim | Di bawah Rp15.000/pcs | Promosi massal, seminar, pameran, komunitas, kampus | Gantungan kunci, stiker, pulpen custom, lanyard, pin bros. |
| Budget Menengah | Rp15.000–Rp50.000/pcs | Gathering perusahaan, seminar, giveaway, customer appreciation | Mug custom, tote bag kanvas atau blacu, notebook, topi custom. |
| Budget Premium | Di atas Rp50.000/pcs | Corporate gift, klien VIP, pembicara seminar, karyawan, program loyalitas | Tumbler stainless steel, kaos atau polo shirt, payung custom, flashdisk, hingga powerbank. |
Pada akhirnya, budget yang lebih besar tidak selalu menghasilkan campaign yang lebih efektif. Hal yang terpenting adalah memilih merchandise yang sesuai dengan tujuan promosi, karakter penerima, dan pengalaman yang ingin dibangun oleh perusahaan.
Maksimalkan Budget Merchandise Marketing Bersama SUP Creative!

Proses perencanaan budget merchandise akan jauh lebih mudah apabila didukung oleh vendor merchandise perusahaan yang mampu memberikan rekomendasi produk sesuai kebutuhan dan anggaran.
SUP Creative menyediakan berbagai koleksi merchandise untuk event & kantor dengan kualitas yang dapat disesuaikan dengan budget perusahaan.
Kenapa memilih SUP Creative?
- Konsultasi produk sesuai target campaign dan anggaran
- Ribuan pilihan merchandise custom untuk berbagai kebutuhan promosi
- Mockup desain sebelum produksi massal
- Dukungan teknik branding yang beragam sesuai jenis produk
- Garansi penggantian apabila terdapat produk yang tidak sesuai spesifikasi atau mengalami cacat produksi
Yuk, konsultasikan kebutuhan merchandise marketing perusahaan kamu bersama SUP Creative sekarang juga!